Pengertian Kapitalisme dan Pengaruhnya Terhadap Pengusaha

Pengertian KapitalismeSelama ini banyak yang masih belum paham betul apa itu pengertian kapitalisme. Meskipun terdengar cukup garang, namun kapitalisme ternyata tak seburuk itu. Ada sisi baiknya juga yang perlu kamu tahu. Namun sayangnya banyak pihak yang masih menganggap kapitalisme merupakan penyebab utama  adanya perbedaan mencolok kemampuan ekonomi di masyarakat. Betulkah demikian? 

Dunia semakin berkembang. Roda perekonomian terus berputar. Namun sayangnya kemakmuran belum bisa dirasakan seluruh masyarakat secara merata. Konon, perkembangan teknologi dan ekonomi hari ini malah membuat jurang pembatas antara si kaya dan si miskin semakin curam. 

Istilah yang sering didengar adalah ‘yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin’. Lagu lama itu masih relate dengan kondisi ekonomi saat ini. 

Benarkah jurang pembatas tersebut disebabkan oleh kapitalisme? Apa dampak baik dan buruk dari paham kapitalisme dalam perekonomian? Dapatkah kita berdamai dengan Kapitalisme? 

Mengenal Paham Kapitalisme dalam Perekonomian

Jika dikutip dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pengertian kapitalisme adalah sistem dan paham ekonomi yang modalnya berasal dari modal pribadi atau perusahaan swasta. Ciri khas utamanya adalah mengikuti paham persaingan bebas dalam pasar ekonomi. 

Secara sederhana, kapitalisme dapat diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh pelaku usaha. Dan pemilik modal mempunyai kebebasan untuk melakukan penyebaran usaha. 

Dengan demikian, jika ada satu pemilik modal besar membangun sebuah usaha, ia memiliki kewenangan penuh atas modal dan perusahaan yang didirikan. Sejauh mana usahanya akan dikembangkan. Bahkan bisa terjadi satu sistem monopoli dalam perdagangan. 

Kapitalisme menekankan pada perluasan usaha sebesar-besarnya. Setiap pemilik modal akan sangat getol dalam mengembangkan usahanya. Apalagi jika tampak bayang-bayang keuntungan besar dibalik usaha yang dirintis tersebut. 

Tak ada pikiran lain selain keuntungan pribadi. Apakah itu kejam? Bisa iya. Bisa juga tidak. Secara sederhana saja, pelaku paham kapitalisme yang ingin melakukan ekspansi besar-besaran tentu akan merekrut banyak tenaga kerja. Dengan begitu, secara langsung atau tidak langsung, perkembangan usaha yang terjadi juga ikut membawa keuntungan bagi para pekerja. 

Sayangnya, orang lain yang berada di luar ruang lingkup yang sama tak bisa merasakan keuntungan tersebut. Ada banyak pelaku usaha sejenis yang tetap bergerak dengan ‘roda’ yang lebih kecil. 

Sebagai contoh, saat ini sudah banyak minimarket tersebar. Keberadaan minimarket tersebut dapat menyerap tenaga kerja. Namun, keberadaannya juga bisa mengancam ‘nyawa’ warung kecil rumahan. Karena banyaknya masyarakat yang memilih untuk belanja di minimarket yang lebih lengkap. 

Baca juga : Arti Vendor

Peran Pemerintah dalam Paham Kapitalisme

Seperti pengertian kapitalisme, pengusaha memiliki kuasa penuh atas usahanya. Pemerintah tak punya kuasa untuk ikut campur dalam usaha yang dijalankan. Namun pemerintah tetap memiliki peranan penting untuk mengawasi. 

Tujuannya supaya pelaku usaha tetap ada dalam jalur yang semestinya. Caranya yaitu dengan membuat kebijakan dan melakukan pengawasan. 

Pemerintah tak bisa melakukan intervensi kepada para pemilik modal. Namun untuk beberapa hal, ada campur tangan pemerintah di dalamnya. Salah satunya adalah segala kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan pemerintah. 

Dampak Kapitalisme di Berbagai Aspek

  • Kapitalisme Mendorong Pengusaha Untuk Terus Berinovasi

Setiap kesuksesan terukir dari usaha pelakunya. Salah satu kelebihan yang menonjol dari paham kapitalisme yaitu persaingan yang tercipta oleh para pengusaha. Siapa yang kuat dia yang akan menang. 

Memang betul, kapitalisme mengacu pada pergerakan pasar bebas. Dalam hal ini bukan hanya pemilik modal saja yang memiliki peranan. Konsumen juga memegang peranan yang tak kalah penting. Karena pada akhirnya konsumen yang memutuskan, produk mana yang akan menjadi pilihan. 

Untuk itu, para pelaku usaha dituntut untuk terus melakukan inovasi. Untuk apa lagi? Tentu saja untuk memuaskan para konsumen. 

  • Kapitalisme Mendorong Laju Perekonomian Negara

Salah satu ciri negara yang ‘hidup’ dapat dilihat dari lajunya roda perekonomian. Semakin cepat laju roda perekonomian, maka artinya negara tersebut sedang berkembang dengan baik. 

Sesuai dengan pengertian kapitalisme, pemilik modal memegang kendali penuh atas usahanya.  Untuk memajukan usahanya, maka salah satu hal yang bisa dilakukan adalah ikut berpartisipasi dalam segala kegiatan ekonomi.

Partisipasi dari para pengusaha tersebut yang akan itu serta memajukan perekonomian negara. Selain itu ada banyak kendala ekonomi yang bisa diselesaikan.

  • Kapitalisme Membuat Usaha Kecil dan Menengah Semakin Terjepit

Rasanya sudah tak asing lagi. Kapitalisme selalu dianggap sebagai pemicu kesenjangan ekonomi. Ekspansi yang dilakukan oleh pemilik modal besar membuat para pengusaha mikro dan mikro semakin terjepit. 

Semakin besar modal yang dimiliki memang akan membuka kesempatan lebih lebar. Namun kabar baiknya, kunci sukses bertahan dalam perputaran roda perekonomian bukan hanya itu. Yang perlu diingat, ada tangan konsumen yang juga ikut andil. Maka yang bertahan dalam lajunya paham kapitalisme adalah yang memiliki kualitas terbaik. 

Baca juga : Jenis Perusahaan Dagang

  • Kapitalisme Mengancam Keberlangsungan Hidup Sumber Daya Alam 

Tujuan dari kapitalisme adalah untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Makanya para pemilik modal berlomba-lomba untuk melakukan perluasan usaha. Kegiatan ini juga dikenal dengan istilah ekspansi. 

Pemilik modal besar rela membangun banyak pabrik, membuka lahan baru dan sejenisnya. Hal ini dilakukan untuk membuat sumber pendapatan baru yang lebih besar. Kegiatan ekspansi ini yang bisa mengancam sumber daya alam. 

Di Indonesia sendiri, sudah banyak sekali lahan pertanian yang diubah menjadi kawasan industri. Belum lagi kawasan perkebunan yang ditebangi. Semakin luas kawasan industri yang beroperasi, maka semakin besar polusi  yang tercipta.

Belum lagi penebangan pohon guna perluasan kawasan industri juga dapat membuat area resapan air semakin berkurang. Jika tak segera diatasi, maka kondisi ini akan semakin parah. Dan akan menyebabkan berbagai bencana alam. 

Orientasi utama para pelaku paham kapitalis adalah laba. Jika sudah begitu, risiko-risiko kerusakan alam dan dampaknya terhadap kehidupan sudah diabaikan. 

Meminimalisir Dampak Buruk dari Paham Kapitalisme

Jika dilihat dari pengertian kapitalisme di atas, paham ekonomi ini tak sepenuhnya buruk. Hanya saja sebagai negara dengan dasar Pancasila yang menjunjung tinggi norma dan keadilan sosial bagi masyarakat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk dari paham kapitalisme. 

Dalam hal ini masyarakat memiliki peranan yang amat penting. Sebagai konsumen, masyarakat harus lebih kritis. Mulailah untuk mencintai produk dalam negeri. Sehingga produk hasil anak negeri bisa menjadi raja di negeri sendiri. 

Para pelaku usaha kecil dan menengah juga harus lebih giat dalam melakukan inovasi. Caranya dengan mengikuti perkembangan teknologi, melakukan peningkatan mutu, memperluas jaringan dan berani melakukan ekspansi usaha. 

Dengan memahami pengertian kapitalisme, diharapkan setiap pelaku usaha khususnya yang mikro dan makro mampu berpikir ulang. Yakni bagaimana caranya agar tetap bisa bertahan di bidang masing-masing. 

Karena pada akhirnya yang menentukan siapa yang akan bertahan hanya dua hal. Yaitu modal dan konsumen. Jika modal yang kamu punya belum cukup besar untuk melawan, maka yang kamu bisa lakukan adalah dengan menarik konsumen sebanyak-banyaknya.

Itulah kurang lebih mengenai pengertian kapitalisme. Selama pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat, dampak negatifnya dapat diminimalkan.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan komentar