Home » Akuntansi » Pengertian Devisa dan Peran Besarnya Untuk Negara
Pengertian Devisa dan Peran Besarnya Untuk Negara

Pengertian Devisa dan Peran Besarnya Untuk Negara

Pengertian Devisa dan Peran Besarnya Untuk Negara“Devisa” sebuah kata yang sering didengar namun tak semua orang tahu pengertian devisa itu apa. Secara umum, devisa dapat digambarkan sebagai pendapatan rutin negara. 

Negara yang memiliki cadangan devisa yang cukup maka bisa dinilai bahwa  negara tersebut ada dalam kondisi baik. Dan semakin banyak jumlah cadangan devisa yang dimiliki maka tandanya negara tersebut termasuk dalam negara yang makmur dan mampu berkembang. 

Ada banyak sekali peran devisa bagi negara. Salah satunya ada sebagai patokan kondisi perekonomian negara itu sendiri. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Negara yang memiliki ‘uang yang cukup’ tentu bisa ‘bergerak’ dengan lebih baik. 

Apabila sewaktu-waktu membutuhkan bantuan keuangan dari pihak lain, maka pihak tersebut juga akan dengan mudah memberikan pinjaman. Karena apa? 

Karena negara yang memiliki sumber devisa yang jelas dan mampu menyisihkan sebagian uangnya untuk ‘cadangan’ dana darurat dianggap sebagai ‘Negara yang Sehat’. Sama seperti masyarakat pada umumnya. 

Jika kamu ingin mengajukan hutang ke bank, tentu akan ada pemeriksaan. Apakah kamu layak menerima pinjaman? Apakah kamu memiliki sumber pendapatan yang jelas untuk melakukan cicilan? 

Apa Itu Devisa?

Ada satu pengertian devisa yang paling mudah dipahami. Devisa adalah alat pembayaran internasional. Jadi setiap negara wajib memiliki devisa agar bisa melakukan transaksi internasional. 

Dalam KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, devisa diartikan sebagai alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri. 

Setiap negara tentu melakukan aktivitas jual beli dengan negara lain. Istilah keren yang sering didengar adalah Perdagangan Internasional. Untuk melakukan pembayaran dibutuhkan  devisa.  

Baca Juga:  Pelajari Pengertian Akuntansi, Manfaat, Tujuan dan Fungsinya

Setiap negara memiliki bank sentral yang akan menyimpan dan mengelola devisa negara. Devisa negara atau foreign exchane merupakan tabungan yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Seberapa besar jumlah devisa yang dimiliki akan menunjukkan kekuatan perekonomian suatu negara tersebut. 

Dari Mana Sumber Devisa Berasal? 

Sama seperti kamu, negara menggunakan sebagian besar pendapatan yang diperoleh untuk melakukan pembelanjaan kebutuhan. Selebihnya ada berapa persen dari devisa yang juga digunakan untuk melakukan pengembangan di berbagai aspek. Lalu dari mana asal devisa negara?

Baca juga : Pengertian PPh Pasal 21

Sektor Pariwisata

Beruntung sekali negara yang diberkati dengan keindahan alam. Indonesia merupakan salah satu negara yang memilik panorama alam yang sangat cantik. Gunung dan pegunungan, telaga hingga laut, lepas pantai yang indah, sampai dengan berbagai situs sejarah yang memiliki ‘nilai jual’ bagi para wisatawan asing. 

Siapa sangka jika sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang terbanyak untuk devisa negara. Ketika banyak wisatawan dari luar negeri datang ke Indonesia untuk melakukan perjalanan wisata, tentu mereka akan menukarkan uang asing yang mereka bawa dari negara asalnya dengan mata uang rupiah.

Nah, uang asing yang telah ditukar tersebut yang nantinya akan masuk sebagai salah satu sumber devisa negara. 

Tidak heran jika negara terus meningkatkan fasilitas di kawasan wisata. Hal ini dilakukan untuk menarik minat para wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. Karena semakin banyak wisatawan asing yang datang, maka semakin besar pula jumlah devisa negara yang masuk. 

Penjualan Barang dan Jasa ke Negara Lain

Memperoleh pendapatan dari jual beli sudah bukan hal asing lagi, bukan? Negara juga ternyata melakukan aktivitas jual beli, lho. Jual beli barang dan jasa dengan level internasional menjadi salah satu jalan masuknya devisa atau pendapatan negara. 

Salah satu cara yang dilakukan oleh negara untuk mengumpulkan pundi-pundi uang adalah dengan giat mendorong ekspor barang dan jasa. Kegiatan ekspor barang bertujuan untuk memperkenalkan produk dalam negeri ke dunia internasional. 

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dalam Arti Vendor Dan Jenisnya Dalam Usaha Dagang

Dengan begitu diharapkan banyak negara yang tertarik untuk belanja produk dalam negeri. Semakin besar jumlah ekspor barang dan jasa tentu akan berbanding lurus dengan pendapatan devisa negara. 

Remitansi dari Tenaga Kerja Indonesia

Kamu pasti sudah tahu bahwa Tenaga Kerja Indonesia atau TKI sering disebut sebagai Pahlawan Devisa. Karena TKI ikut andil dalam menambah jumlah devisa negara. Caranya yaitu dengan Remitansi. Apakah itu?

Remitansi merupakan layanan jasa pengiriman uang dari luar negeri yang dilakukan oleh para TKI. Tak main-main, ada 10% nilai APBN yang berasal dari remitansi. Jadi, sekarang sudah tak heran lagi jika TKI mendapatkan predikat sebagai Pahlawan Negara. 

Bea Masuk

Apakah kamu termasuk orang yang belanja produk dari luar negeri? Setiap barang yang masuk dari luar negeri tersebut akan dikenakan bea masuk. Dan bea masuk ini juga termasuk dalam salah satu sumber devisa negara. 

Pendanaan yang Berasal dari Perusahaan Swasta

Pengertian devisa adalah sebagai alat tukar internasional, namun ada juga sumber devisa yang tak diterima dalam bentuk mata uang melainkan bantuan infrastruktur atau kerja sama. Seperti beberapa investasi dari perusahaan swasta asing dalam pengerjaan mega proyek. Sebut saja pembangunan MRT  atau Moda Rata Terpadu. 

Baca juga : Cara Menghitung Pajak Penghasilan

Hutang Luar Negeri

Negara membutuhkan dana untuk terus melakukan pengembangan di berbagai bidang. Salah satu sumber dana diperoleh dari hutang luar negeri. Dana yang masuk akan dikelola oleh negara peminjam. 

Sebagian disimpan sebagai cadangan devisa negara. Dan sebagian yang lain akan digunakan untuk pengembangan sehingga dapat menghasilkan devisa yang lebih besar. 

Hibah

Apakah kamu pernah mendengar tentang dana hibah? Hibah merupakan penerimaan uang atau barang dari pihak A ke pihak B. Secara sederhana hibah dapat diartikan sebagai hadiah. 

Baca Juga:  Catat! 5 Jenis Laporan Keuangan dalam Perusahaan

Dalam ruang lingkup kenegaraan, hibah bisa diperoleh dari luar negeri. Ayang yang dalam bentuk mata uang asing yang bisa disimpan langsung sebagai cadangan devisa. 

Namun Hibah juga bisa diberikan dalam bentuk lain. Contohnya barang maupun jasa. Dan agar dapat menjadi devisa, pemerintah akan memanfaatkan hibah tersebut agar bisa menghasilkan devisa bagi negara. 

Seberapa Penting Peran Devisa Bagi Negara? 

Saat ini semua negara sedang berlomba-lomba untuk bisa masuk dan mengambil peran dalam perdagangan global. Apalagi sekarang sudah didukung dengan kemajuan teknologi. Semua terasa jadi lebih mudah. 

Tak hanya transportasi antar negara yang membuat semua seolah semakin dekat. Namun, masyarakat dunia yang mulai terbiasa dengan ‘belanja online’. Hal ini membuat perusahaan jasa ekspedisi tumbuh seperti jamur di musim hujan. 

Tak heran jika sekarang setiap negara mulai memperkenalkan aneka produk buatan negaranya masing-masing. Semakin banyak masyarakat luar negeri yang tertarik membeli, maka semakin besar produk bisa di ekspor. Dengan demikian tentu akan menambah devisa bagi negaranya masing-masing. 

Devisa negara sangat berperan dalam banyak hal. Untuk memajukan negara, devisa digunakan untuk membiayai kerja sama dalam hubungan internasional. 

Pengertian devisa tak hanya berhenti pada alat pembayaran luar negeri saja. Devisa juga bisa diartikan sebagai aset negara yang harus terus dikembangkan. Agar uang negara terus berkembang, devisa negara akan dikelola sebaik mungkin dalam bidang perekonomian. Yaitu sebagai alat pembayaran dalam aktivitas ekspor dan impor. 

Hasil keuntungannya akan kembali masuk ke devisa cadangan negara lagi. Yang nantinya akan digunakan untuk membayar hutang, membiayai pembangunan, pembelian surat berharga dan untuk meningkatkan aset negara. 

Itulah kurang lebih informasi mengenai pengertian devisa dan peranannya bagi suatu negara. Dengan adanya devisa, suatu negara dapat mengantongi sejumlah keuntungan yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian negara.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top