Home » Artikel » Beda Shared Hosting Dengan Server Hosting, Jangan Sampai Keliru
Beda Shared Hosting Dengan Server Hosting, Jangan Sampai Keliru

Beda Shared Hosting Dengan Server Hosting, Jangan Sampai Keliru

Pastinya dalam dunia hosting para pembaca tentu mengenal berbagai istilah. Nah, hosting pun terdapat hosting yang berbayar atau pun hosting yang berbayar. Hosting dengan menyertakan fee dapat dilihat di hosting murah berikut. Dalam artikel kali ini kita akan membahas beda shared hosting dengan server hosting.

Kedua istilah tersebut mungkin tidak asing bagi yang sudah paham betul mengenai dunia hosting. Namun, yang belum tahu pasti tidak paham dengan beda shared hosting dengan server hosting. Berikut ini pembahasan mengenai beda shared hosting dengan server hosting. Jadi, simak terus artikel ini.

Beda shared hosting dengan server hosting yang perlu diketahui

Dalam uraian kali ini kita akan membahas beda shared hosting dengan server hosting. Yang pertama kita bahas dalam beda shared hosting dengan server hosting adalah pengertian shared hosting.

Shared hosting merupakan layanan hosting yang cukup banyak digunakan, terutama bagi pemula dalam dunia hosting. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, tapi fiturnya pun tidak kalah canggih.

Dalam artikel ini kita akan membantu pengguna untuk memahami cara kerja shared hosting server dengan lengkap. Dengan begitu, pengguna daapt mengetahui apakah shared hosting layak untuk website pengguna.

Shared Hosting

Shared hosting merupakan jenis web hosting yang servernya akan digunakan secara bersamaan dengan pengguna website lain.

Jenis hosting ini menyediakan resource seperti storage, bandwidth, hingga database yang dapat digunakan sesuai dengan ketentuan penggunaan secara bersamaan.

Baca Juga:  Kenali Pengertian PPh Pasal 21 Lebih Jauh

Pengguna akan mendapatkan performa yang maksimal dari layanan shared hosting. Pasalnya, pengelolaan dan konfigurasi server dilakukan oleh penyedia layanan. Itulah alasan jenis hosting ini sesuai dengan pengguna awam.

Yang paling menarik, dari sisi harga shared hosting ini relatif lebih murah dibandingkan dengan jenis hosting lainnya. Bahkan, bisa dari Rp10 ribuan per bulannya.

Cara Kerja Shared Hosting

Cara kerja shared hosting dapat dianalogikan menggunakan layanan shared hosting mirip dengan penyewaan sebuah apartemen. Nah, apartemen tersebut yang menjadi server dalam menyimpan data website pengguna.

Di apartemen tersebut, semua penghuni dapat menggunakan fasilitas yang telah disediakan. Mulai dari lift, tangga, parkir mobil, kolam renang, sampai tempat sampah umum. Namun, dalam pemakaiannya digunakan dengan pengguna lain.

Ketika salah satu penghuni apartemen menggunakan fasilitas secara berlebihan, maka dapat mengganggu penghuni lainnya. Itulah yang akan diatur oleh pengelola apartemen.

Pada shared hosting, disediakan fasilitas berupa disk space, bandwidth dan lainnya. Nah, saat satu user memakai sumber daya yang terlalu banyak maka, beberapa pengguna lain akan terkena imbasnya juga.

Cara kerja shared hosting dengan berbagi pakai resource inilah yang dapat membuat harganya lebih ekonomis sehingga masuk dalam layanan hosting untuk pemula. Di sisi lain, layanan ini menjadi kurang cocok untuk kebutuhan website dengan trafik yang terbilang tinggi.

Kelebihan Shared Hosting

Setelah mengetahui cara kerja shared hosting server, pengguna mungkin sudah bisa menerka apa saja kelebihan dari shared hosting, yaitu :

  1. Keamanan, pembaruan, dan pengelolaan server dapat dilakukan oleh penyedia hosting sehingga sesuai bagi pemula.
  2. Resource yang mencukupi untuk membangun website secara fungsional, seperti disk space, unlimited bandwidth, database, samapi SSL.
  3. Harga yang terbilang  ekonomis
Baca Juga:  File PDF Tidak Bisa Diupload Karena Terlalu Kecil? Ini Solusi Cepatnya

Kekurangan Shared Hosting

  1. Dikarenakan server digunakan bersamaan, penggunaan berlebihan dari salah satu pengguna akan menyebabkan pengguna lain terkena dampaknya.
  2. Keterbatasan dalam hal penggunaan pada website dengan trafik yang dapat dikatakan tinggi.

Apakah sudah siap Siap Go Online dengan Shared Hosting?

Itulah penjelasan tentang cara kerja shared hosting. Jenis hosting ini memiliki server yang digunakan secara bersamaan dengan pengguna website lain. Dengan begitu, akan ada ketentuan penggunaan bersama yang harus diikuti oleh para penggunanya.

Resource shared hosting seperti disk space, bandwidth cukup mumpuni dalam hal membangun berbagai jenis website dengan ukuran trafik kecil hingga sedang. Contohnya saja blog, website perusahaan, hingga toko online yang baru saja dibangun.

Apabila pengguna ingin menggunakan layanan shared hosting, pastikan layanan penyedia web hosting tersebut menawarkan fitur yang lengkap. Jadi, performanya tidak membuat kecewa para pengunjungnya. Fitur – fitur yang dimaksud adalah :

  1. Server hosting yang memang berkualitas – web server yang cepat seperti LiteSpeed akan membuat performa dari website lebih optimal.
  2. Jaminan uptime – website akan terus online apabila uptime-nya tinggi.
  3. Fitur keamanan terbaik –  terdapat perlindungan fitur keamanan seperti Imunify360 yang dapat menangkal virus malware.
  4. SSL gratis – dapat meningkatkan keamanan transfer data di website yang harus dilakukan.
  5. Support 24/7 – bantuan untuk layanan support 24 jam penuh penting untuk dapat membantu mengatasi masalah website. Apalagi jika dilakukan melalui live chat, WA, atau telepon.
  6. Backup file secara rutin – kemudahan dalam melakukan backup harian penting untuk dapat mencegah adanya kehilangan data.

Server Hosting

Server adalah sebuah sistem komputer yang menawarkan layanan tertentu dalam satu jaringan komputer. Fungsi dari server hosting adalah untuk menjalankan fungsi perangkat lunak yang berguna unttuk mengontrol akses masuk ke dalam jaringan dan sumber daya yang ada di dalamnya.

Baca Juga:  5 Hal Yang Penting Tentang Masa Pakai Oli

Server wajib disimpan di sebuah data center yang mendapat dukungan oleh fasilitas lengkap agar mesin server dapat bekerja secara optimal saat diakses dari seluruh dunia dan tidak mudah untuk rusak sehingga dapat bertahan lama.

Pada dasarnya, kerja server akan dimulai saat ada permintaan dari klien. Klien yang dimaksud merupakan pengguna yang mengakses internet melalui browser.

Saat menggunakan internet, mau tak mau pengguna juga mengakses website tentunya. Setelah itu, server akan langsung mengirimkan informasi ke perangkatmu sesuai dengan apa yang dicari oleh pengguna.

Itulah ulasan tentang beda shared hosting dengan server hosting. Selain itu, terdapat juga istilah domain dalam dunia hosting. Domain ini dapat dijangkau dengan harga yang murah di domain co id, apabila pengguna ingin menggunakan domain yang berbayar. Semoga informasi ini dapat membantu para pembaca.

Rate this post

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top