Mengenal Lebih Dalam Arti Vendor Dan Jenisnya Dalam Usaha Dagang

Arti VendorPada dasarnya, arti Vendor dalam dunia usaha tak jauh beda dengan pemasok atau penyedia. Bagi kamu yang ada di dunia usaha perdagangan barang dan jasa mungkin sudah tak asing lagi. Dalam mata rantai bisnis perdagangan, vendor memegang peranan penting. Kehadirannya bisa menjadi salah satu titik tumpu kesuksesan suatu produk. 

Vendor hadir sebagai penyambung jalan antara produsen barang atau bahan baku kepada konsumen pembuat barang. Tak hanya itu saja, vendor juga bisa menjadi penghubung antara satu perusahaan satu ke perusahaan lain yang memiliki keterikatan bidang usaha. 

Ada sebuah ilustrasi sederhana yang menggambarkan fungsi vendor di dunia usaha. Sebuah usaha konveksi membutuhkan beberapa jenis bahan baku untuk dapat menghasilkan pakaian. Seperti kancing baju, zipper, elastis, pita dan lain sebagainya.

Vendor-vendor pemasok barang pelengkap tersebut hadir dan melakukan kerja sama dengan perusahaan konveksi. Pada akhirnya, ini menghasilkan produk pakaian yang siap dijual ke masyarakat. 

Beberapa Jenis Vendor yang Perlu Diketahui

Seperti bagian dari usaha dagang lainnya, Vendor juga terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis tersebut mewakili tugas dan fungsi vendor itu sendiri. Sehingga bisa lebih spesifik. Apa saja jenis vendor yang perlu kamu tahu? 

Vendor berdasarkan konsumen yang dilayani

Secara sederhana, arti vendor bisa juga disebut dengan penghubung dari produsen kepada konsumen. Konsumen yang dilayani terbilang beraneka ragam. Tak hanya di satu bidang saja. Ada vendor besar yang bisa melayani kebutuhan dengan skala nasional bahkan internasional. 

Berdasarkan konsumen yang dilayani, vendor terbagi menjadi tiga jenis. Yaitu: 

  • Bisnis ke Konsumen (B2K)

Sama seperti nama jenisnya, maka sudah bisa ditebak. Vendor jenis B2K atau Bisnis ke Konsumen ialah vendor yang langsung berhubungan dengan konsumen atau pemakai. Konsumen adalah pemakai produk langsung. Contoh vendor yang termasuk dalam jenis ini adalah para retailer atau pengecer. Seperti swalayan, minimarket, toko dan sejenisnya. 

  • Bisnis ke Pemerintah atau Government (B2G)

Vendor yang berhubungan dengan pemerintah termasuk dalam jenis vendor B2G atau Bisnis ke Government atau Pemerintah. Sama seperti masyarakat, pemerintah juga membutuhkan vendor untuk memenuhi kebutuhan negara. Namun tentu kebutuhannya dengan jumlah yang besar. Contoh beberapa vendor jenis B2G adalah penyedia alat transportasi untuk kebutuhan pemerintahan, alat-alat kesehatan untuk fasilitas kesehatan pemerintah dan lain sebagainya. 

  • Bisnis ke Bisnis (B2B)

Satu lagi jenis vendor berdasarkan konsumen yang dilayani. Yaitu vendor yang melayani dari bisnis ke bisnis atau yang juga dikenal dengan B2B. Vendor jenis ini biasanya melayani kebutuhan bahan baku mentah maupun setengah jadi untuk kebutuhan sebuah perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan yang memproduksi ban menjadi vendor dari perusahaan pembuat mobil dan kendaraan bermotor lain. Bisa juga perusahaan baterai yang menjadi vendor untuk perusahaan elektronik. 

Baca juga : Jenis Perusahaan Dagang

Vendor berdasarkan produknya

Seperti yang diketahui bahwa arti vendor adalah perusahaan yang berfungsi sebagai penyedia. Produk yang disediakan bisa berupa barang maupun jasa. Untuk lebih jelasnya, pahami penjelasan tentang jenis vendor berikut ini. 

  • Vendor Penyedia Barang

Seperti namanya, Vendor ini menyediakan berbagai jenis barang. Mulai dari barang mentah, barang setengah jadi, hingga barang jadi yang bisa langsung digunakan oleh konsumen. 

  • Vendor Penyedia Jasa

Perkembangan teknologi mengajak semua lini usaha ikut berkembang pula. Begitu pula dengan vendor. Jika dulu vendor penyedia jasa hanya berkutat di beberapa bidang saja. Sekarang ada satu jenis vendor penyedia jasa yang berkembang dengan amat pesat. 

Sebut saja vendor yang menyediakan jasa ekspedisi. Tak bisa dipungkiri, kehadiran jasa ekspedisi sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hampir semua kebutuhan sudah bisa dipenuhi secara online. Di situlah peranan vendor penyedia jasa sangat terasa. 

Selain itu, ada pula  vendor-vendor penyedia jasa yang sudah ada sejak dulu. Contohnya, pembawa acara dan pemain musik untuk pesta, pelatih profesional hingga pembersih AC dan service elektronik. 

Cara Kerja Vendor dalam Dunia Usaha

Arti vendor untuk setiap usaha sangat krusial. Bisa dikatakan, vendor memiliki peran penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya suatu projek. Sehingga setiap vendor dituntut untuk memiliki kinerja yang baik dan profesional. 

Secara umum vendor memiliki tugas utama untuk memastikan pasokan barang atau jasa yang telah disepakati berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Setiap vendor memiliki standar kerja sendiri. standar tersebut yang nantinya akan menunjukkan kualitas dari vendor tersebut. 

Selain itu, vendor sudah memiliki daftar pribadi. Daftar yang berisi tentang harga, konsumen, jumlah barang yang tersedia dan keluar, juga beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan tugas. 

Sesuai dengan arti vendor, tugas utama vendor selain menjadi penyedia barang atau jasa, vendor juga harus memastikan kualitas barang yang diberikan. Tak hanya itu, perlu kamu tahu bahwa vendor juga yang harus memastikan semua berjalan sesuai waktu yang disepakati oleh kedua belah pihak. 

Vendor juga bertugas untuk memberikan pelayanan yang prima. Layanan yang diberikan berupa informasi yang jelas dan terbuka. Sehingga konsumen mengerti seluk beluk produk yang dibeli. Tak berhenti di situ. Vendor juga akan memastikan kepuasan konsumen. Dengan memberikan harga terbaik. Sehingga mampu bersaing dengan vendor sejenis lainnya. 

Baca juga : Pengertian Devisa dan Peran Besarnya Untuk Negara

Bagaimana Cara Memilih Vendor Yang Tepat

Dalam dunia jual beli, penjual dan pembeli selalu berjalan beriringan. Begitu pula dengan vendor. Saat ini kehadiran vendor di berbagai bentuk usaha bisa dengan mudah ditemui. Namun tak semua vendor memiliki kemampuan yang mumpuni. Terbukti dengan banyaknya konsumen yang mengalami penipuan oleh vendor yang tidak profesional. Seperti barang yang sampai ke konsumen tidak sesuai dengan kesepakatan, harga yang tidak bersaing, sampai vendor abal-abal yang membuat konsumen mengalami kerugian besar. 

Untuk itu, kamu perlu tahu apa saja yang harus diperhatikan sebelum memilih vendor. Sebagai konsumen, kamu harus mempunyai kriteria khusus. Vendor seperti apa yang pantas kamu ajak bekerja sama. Untuk lebih detailnya, beberapa poin berikut ini bisa kamu jadikan pertimbangan sebelum memilih vendor. 

Reputasi  Vendor

Mencari tahu tentang reputasi vendor sebelum menjalin kerja sama masuk ke dalam poin utama. Mengapa? Karena pada akhirnya kamu akan membagi pekerjaan dan reputasi perusahaan kamu juga, kan? 

Ada banyak sumber informasi yang bisa kamu jelajahi. Seperti melihat profil pengalaman vendor tersebut. Kamu juga bisa meminta saran atau opini dari pihak ke tiga. Terutama yang pernah menjalin kerja sama secara profesional. Reputasi vendor ini juga akan mempengaruhi produk kamu. Istilahnya, teliti sebelum membeli. 

Variasi Produk

Hal kedua yang perlu lakukan sebelum kerja sama dengan vendor adalah periksa produk yang disediakan. Semakin banyak variasi produk yang dimiliki oleh vendor yang berkaitan dengan yang kamu butuhkan, tentu akan lebih baik. 

Standarisasi Harga

Persaingan harga dalam dunia usaha adalah hal yang biasa. Vendor yang berkualitas tentu akan memberikan harga terbaik untuk konsumen. Namun kamu perlu hati-hati saat bertemu dengan vendor yang memberikan harga tak wajar. 

Pelayanan

Apalah arti vendor besar jika pelayanannya tak prima. Pelayanan selalu menjadi ‘sampul’ di berbagai aspek. Pelayanan yang profesional menggambarkan kualitas vendor itu sendiri.

Itulah kurang lebih informasi mengenai arti vendor dan jenisnya. Jika disimpulkan, vendor merupakan penghubung antar dua pihak yang saling membutuhkan di dunia usaha.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan komentar